news studentsite
- Back to Home »
- Pengalaman yang Berguna
Posted by : Unknown
Minggu, 15 Juni 2014
Pengalaman Yang Berguna Seumur Hidup
Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi.
Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya
menatap rambut teman saya yang banyak putihnya dalam dalam & berkata:
"Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi
jangan kasih dia uang". Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah
warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana
melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah
kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter,
ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia
juga tidak memintanya dari mereka.
Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung.
Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung.
Karena di Alaska saat
musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira² tengah
malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari
dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung
untuk keliling dunia selama 3 musim.
Maka setelah keliling
dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di
Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang²
& secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun
untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari
pekerjaan.
Karirnya cukup baik,
bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi
Kepala Insinyur/ Manajer Teknik. Pada suatu saat dia bercerita kepada saya dan
mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup.
Ketika dia bekerja
paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan
erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari,
akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih
kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa
itu adalah milik seorang Pak Tua.
Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helikopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.
Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helikopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.
Dan serigala betina
ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan
serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas & garang sehingga dia
tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina
ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak² srigala. Dia &
temannya menghabiskan banyak sekali tenaga & waktu untuk mencari sarang
srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat
serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan
mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk
diberikan ke serigala betina sebagai makanan & mempertahankan hidupnya.
Malam hari masih harus
berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala & keluarganya
dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela
keamanan diri sendiri maupun anak anaknya. Hal ini terus berlangsung sampai
hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba² dia
memperhatikan serigala tadi mulai meng- goyang²-kan ekornya. Kemudian dia tahu
kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini.
Akhirnya setelah
berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka
jeratan jebakan yang men jepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah
bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia
memberikan obat luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa anak²
pergi, dengan sesekali memutar balikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah
dia.
Dia terduduk di atas
batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas
seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak
mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya &
berkawan?
Dia bertekad di
kemudian hari untuk berbuat baik & menunjukkan ketulusan hati kepada orang
lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu
menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan
juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama
binatang.)
Karenanya setelah
masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Per-tama²
selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus,
sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit & mengingat
kesalahan kesalahan kecil orang lain. Oleh karena ini setiap tahun dia selalu
naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap
hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu
orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima
bantuan.
Biarpun dia tidak
pernah tahu prinsip ke kristenan bahwa [memberi lebih baik daripada menerima],
tetapi dia telah menjalankan kehidupan yang demikian.
Dia berkata kepada
saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu,
karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur
hidup ini.
Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.
Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.
Jika ada seseorang yang tamat
Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi
keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang,
biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk
membuktikan kekuatan dirinya & mencicipi kehidupan, niscaya & percaya
dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup. Tuhan
memberkati