news studentsite
- Back to Home »
- Cinta SMU Yang Gagal
Posted by : Unknown
Minggu, 15 Juni 2014
Cinta Yang Lain
Masa SMA adalah masa-masa
yang paling indah. Begitulah yang sering dilantunkan oleh mereka yang
sedikit-banyaknya telah merasakan berbagai kisah dalam lembaran-lembaran ketika
mereka berada dalam warna-warninya proses metamorfosa masa remaja. Salah
satunya adalah sebuah warna yang sangat indah, yaitu cinta.
Setiap manusia di dalam kehidupan ini pasti pernah mengalami
yang namanya romantisme cinta. Baik itu cinta pertama, cinta untuk
selama-lamanya, cinta segitiga, cinta dalam perselingkuhan, cinta yang bertepuk
sebelah tangan dan lain-lain. Namun ada satu cerita cinta yang tak akan mungkin
bisa dilupakan di sepanjang hayat, yaitu cinta di masa SMA.
Terbesit di dalam pikirku yang pada saat itu diselimuti oleh
rasa iri hati pada teman-temanku yang lain. Mereka memiliki kisah cinta, di
mana saat menjalankannya mereka selalu bersama dengan pasangannya masing-masing
karena satu sekolah.
Ada yang satu sekolah namun beda kelasnya, ada pula yang satu
kelas, ada juga yang berpacaran dengan kakak atau adik kelas. Mereka
selalu terlihat bersama, ke kantin bareng, ke perpustakaan bareng, pulang-pergi
ke sekolah pun bareng.
Aku pun ingin merasakan hal itu. Walau ku tahu kalau aku
memang sudah memilki pacar, namun aku dan pacarku berbeda sekolah. Ada rasa
yang berbeda ketika menjalani cinta di sekolah yang berbeda dengan cinta yang
di rangkai bersama dalam sekolah yang sama.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mencari pacar yang satu
SMA denganku, namun jangan sampai ketahuan oleh pacarku di SMA yang lain. Iya,
itu memang di sebut selingkuh. Bukannya aku ingin mengkhianati cinta dengan
seseorang wanita yang telah menjadi cinta pertamaku sejak di SMP dulu, hanya
saja aku tidak ingin meninggalkan lembaran kosong di dalam buku harian SMA ku
tanpa memberi segaris warna yang indah dan terkesan romantis.
Tak lama setelah aku mendapatkan rencana yang intinya adalah
lebih mementingkan egoisme diriku sendiri. Akhirnya aku tahu kalau selama ini
ada adik kelasku, yang menyukaiku. Namanya Debbie. Entah kenapa aku bisa
menyimpulkan kalau Debbie menyukaiku. Tapi yang namanya getaran cinta, warna
auranya pun tak akan pernah dapat berbohong, tak akan pernah bisa
desembunyikan.
Dengan pendekatan yang tidak terlalu lama, akhirnya aku dan
Debbie pun sepakat untuk berpacaran. Sungguh masa SMA terasa lebih indah
bagiku, ketika aku menjalani kisah cinta dengan Debbie yang juga satu sekolah
denganku. Ketika sedang ada pelajaran di kelas dan tiba-tiba terbesit rasa
kangen pada Debbie, maka aku pun mencoba untuk mencuri waktu dengan meminta
izin kepada guru yang sedang mengajar, hanya untuk bisa mengatakan “Aku kangen
kamu, Debbie.”
Ketika jam istirahat tiba Debbie pun selalu mengunjungi
kelasku guna bertemu denganku sambil membawa bekal makanan yang telah susah
paya dibuatnya di rumah agar kami berdua bisa makan bersama. Di sudut bangku
perpustakaan di antara tingginya rak buku, di bangku taman sekolah yang di
kelilingi oleh hiasan bunga mawar yang tertata rapi nan indah dan selalu tampak
berdansa menyambut sepoi-sepoi angin bernyanyi, kami selalu bercerita tentang
indahnya cinta ini.
Sampai akhirnya Debbie mengatakan padaku bahwa aku adalah
cinta pertamanya. Sungguh aku tak menduga sebelumnya kalau akulah lelaki yang
untuk pertama kalinya menitipkan nama dan cerita dalam kisah cinta Debbie. Aku
yang sudah memiliki cinta yang lain, dan menjadikan Debbie sebagai pelampiasan
egoisme ku karena rasa iri hati ku pada teman-temanku yang lain, sungguh aku
merasa telah mencemari kisah hidup Debbie. Tak seharusnya dia mendapatkan cinta
pertama dari seorang lelaki sepertiku.
sungguh aku menyesal. Debbie itu wanita yang cantik dan smart
dan bisa dikatakan kalau dia itu adalah salah satu primadona di SMA ku. Pasti
ada banyak lelaki yang tertarik dan jatuh cinta padanya, dan pastinya mereka
akan bisa untuk menjadi lelaki yang terbaik untuk kisah cinta pertama nya
Debbie. Tidak sepertiku, aku hanya lah seorang yang lebih mementingkan egoisme
ku sendiri hingga pada akhirnya aku telah memberikan pengalaman yang buruk pada
seorang wanita yang baru mengenal cinta.
Ku putuskan untuk mengakui penyesalanku pada Debbie. Aku
hanya tak mau kalau semakin lama aku bersama dengan Debbie, justru aku hanya
akan semakin mengotori kisahnya.
“Debbie,
jujur aku sudah punya cinta yang lain. Dan dia adalah cinta pertamaku di SMP
dulu.” Di beranda belakang lantai 4 SMA ku aku pun memulai mengutarakan
pengakuanku pada Debbie.
“kkkkaammu..”
Debbie tampak terkejut dengan mata terbelalak dan tangannya yang menutupi
mulutnya yang tampak bergetar tak percaya ketika mendengarkan pengakuan dariku.
“Ini
salahku dan ini keegoisanku, Debbie.” Sambil menatap mata Debbie yang mulai
berembun air mata lalu aku melanjutkan pengakuanku. “Aku ingin memiliki kisah
cinta yang satu sekolah denganku, hingga akhirnya aku bisa mendapatkan cinta
kamu. Namun, ketika kamu mengatakan bahwa aku adalah cinta pertama kamu,
sungguh aku sangat menyesal karena aku telah merasa sangat bersalah, aku telah
menuliskan cerita yang buruk dalam kisah cinta pertama dalam hidup kamu.”
Debbie
masih tampak terdiam dan seolah tak percaya pada kenyataan yang baru saja dia
dengar dariku. Lalu aku pun berkata pada Debbie:
“Debbie,
kamu bisa mendapatkan kisah cinta yang lebih baik dan aku mohon jangan lah lagi
kau ingat segala kisah yang pernah kutitipkan padamu. Buang semua puisi indah,
puisi cinta di antara kita berdua. Karena aku tak mau kamu semakin kecewa
karena diriku telah memiliki cinta yang lain sebelum kamu.”
Sambil
berbalik membelakangi Debbie dan dengan sangat menyesal tanpa mencoba untuk
mengusap air matanya yang menetes di pipinya, dan seolah tak perduli dengan
isak tangis yang terdengar lirih dan sedu. Aku
pun meninggalkannya dengan perasaan yang sangat menyesal dan bersalah.