news studentsite
- Back to Home »
- Komunikasi Dalam Organisasi
Posted by : Unknown
Kamis, 12 Juni 2014
Komunikasi dalam Organisasi
Organisasi
adalah sekelompok masyarakat yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Dan komunikasi adalah perekat yang memungkinkan kelompok
masyarakat tersebut secara bersama-sama melakukan fungsinya dengan baik.
Komunikasi
dalam organisasi adalah komunikasi dalam organisasi yaitu proses menciptakan
dan saling menukar pesan dalam hubungan jaringan yang saling bergantung satu
sama lain untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah.
(Goldhaber,1986).
Proses komunikasi dalam organisasi
Sebelum komunikasi dapat terjadi dibutuhkan suatu
tujuan yang terekspresikan sebagai pesan untuk disampaikan antar seorang sumber
dan penerimanya yang menghasilkan transfer dan pemahaman data, proses
komunikasi (communication process) sebagai berikut :
Pengirim à Penyandian Ã
Pesan Ã
Saluran Ã
Penerjemah Sandi à Penerimaan Ã
Gangguan Ã
Umpan Balik.
Pengirim
mengirimkan
sebuah pesan dengan cara menyandikan pemikirannya. Pesan tersebut
adalah produk fisik aktual dari penyandian oleh pengirim. Saluran
merupakan perantara yang dipakai pesan dalam menempuh perjalanan.
Saluran tersebut dipilih oleh pengirim, apakah ia hendak menggunakan saluran
yang formal atau informal. Saluran formal (formal channels)
disediakan oleh organisasi dan berfungsi sebagai penyampai pesan-pesan yang
berhubungan dengan aktivitas profesional dari para anggotanya. Saluran
informal (informal channels) yaitu saluran komunikasi yang diciptakan
secara spontan dan muncul sebagai tanggapan terhadap pilihan-pilihan
individual. Penerima adalah objek yang menjadi sasaran
dari pesan itu. Tetapi sebelum pesan tersebut dapat diterima, simbol-simbol
didalamnya harus diterjemahkan menjadi bentuk yang dapat dipahami oleh
penerima. Langkah ini disebut penerjemahan sandi dalam
pesan. Gangguan mewakili berbagai hambatan komunikasi yang
mengacaukan kejelasan pesan. Mata rantai yang trakhir dalam proses komunikasi
adalah lingkaran umpan balik yaitu sarana pengecekan mengenai
seberapa berhasil kita telah menyampaikan pesan kita seperti yang dimaksudkan
pada awalnya. Hal ini mementukan apakah pemahaman telah tercapai.
Menurut
Mintzberg, terdapat tiga peran manajerial yang dapat diterapkan oleh seorang
manajer dalam suatu organisasi. Yaitu: peran antarpribadi (interpersonal
roles), peran informasional (informational roles), dan peran keputusan
(decisional roles). Jadi melalui masing-masing peran tersebut seorang manajer
harus mampu mengomunikasikan ide, gagasan atau informasi kepada karyawannya,
sehingga mereka dapat memahami pesan yang telah disampaikan dengan baik dan
efektif.
Peran
manajerial dalam suatu organisasi dapat dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
Peran Antarpribadi
menunjukkan bahwa seorang manajer harus mampu memerankan dirinya sebagai
seorang tokoh figur, manajer, penghubung.
Peran Informasional
Monitoring,
peran yang harus dilakukan oleh seorang manajer untuk mengawasi bawahan agar
pekerjaan mereka sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penyebar Informasi,
peran manajer untuk menyebarluaskan atau menyampaikan informasi secara
menyeluruh kepada para karyawannya agar mereka dapat memahami dengan baik
berbagai kebijakan organisasi tersebut.
Juru Bicara,
seorang manajer harus dapat memerankan dirinya sebagai seorang juru bicara yang
baik, khususnya yang berkaitan dengan penyampaian informasi tentang berbagai
kebijakan penting organisasinya kepada pihak lain (eksternal).
Paran Keputusan
Wirausaha,
seorang manajer harus dapat memerankan dirinya sebagai seorang wirausaha yang
jujur, dinamis, ulet, kreatif, inovatif, responsif, bertanggung jawab, berani
mengambil resiko, dan berwawasan luas.
Pemecah Masalah,
seorang manajer harus dapat memerankan dirinya sebagai salah seorang yang
memiliki kemampuan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh
suatu organisasi.
Pengalokasi Sumber Daya,
seorang manajer harus dapat memerankan dirinya sebagai orang yang mampu
mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki secara baik. Seperti sumber daya
manusia, sumber daya keuangan, sumber daya informasi, dan lain sebagainya.
Negosiator,
kemampuan ini sangat diperlukan oleh seorang manajer ketika berhubungan dengan
pihak eksternal organisasi.
Keberhasilan
komunikasi dalam suatu organisasi merupakan aset penting bagi pencapaian
sasaran atau tujuan organisasi tersebut. Keberhasilan komunikasi yang tercermin
dalam efektivitas dan efisiensinya merupakan alat perekat organisasi yang juga
mempengaruhi nama baik (goodwill) organisasi yang bersangkutan.
Proses berkomunikasi dimulai dari
adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui
suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima.
Perhatikan gambar berikut:
Komunikasi secara interpersonal:
Komunikasi secara interpersonal
dapat dilakukan secara oral (komunikasi secara langsung), secara tertulis
(misalnya melalui email, surat, memo, dan sebagainya),serta secara nonverbal
(misalnya tersenyum, ekspresi marah, dan sebagainya).
Komunikasi dalam Organisasi
Terdapat dua bentuk, yaitu: Pertama, formal Small-Group Network, yaitu jaringan komunikasi secara formal di dalam kelompok kecil di dalam organisasi. Secara umum, bentuk komunikasi ini terdiri dari tiga bentuk, yaitu bentuk chain (rantai), wheel, dan all chain (perpaduan dari chain dan wheel).Perhatikan gambar berikut ini:
Kedua, The Grapevine, yaitu jaringan komunikasi di dalam organisasi secara informal.
Hambatan Komunikasi dalam Organisasi Secara Efektif
Berikut ini beberapa hambatan dalam berkomunikasi secara efektif.- Filtering, yaitu pengirim pesan memanipulasi informasi sehingga informasi tersebut seakan-akan terlihat menguntungkan.
- Selective perception, yaitu penerima pesan dalam proses komunikasi secara selektif melihat dan mendengar pesan tersebut berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, dan berbagai karakteristik pribadinya.
- Information overload, yaitu informasi yang kita terima melebihi kapasitas kita dalam memproses/mengolah informasi tersebut.
- Emotions, yaitu interpretasi yang berbeda terhadap informasi saat kita sedang sedih dengan saat kita merasa senang.
- Language atau bahasa, yaitu ketidakpahaman terhadap bahasa atau istilah-istilah tertentu antara satu orang dengan yang lain.
- Silence, yaitu tidak adanya komunikasi
- Communcation apprehention, yaitu ketakutan/kecemasan seseorang untuk berkomunikasi
- Lying, atau berbohong.
SUMBER :