news studentsite

Cerita Lucu



Bejo : mak..... emak sakit ya???
Emak : iya jo...
Bejo : hmm...kita ke dokter yuk...
Emak : mau bayar pake apa'an....kan duit kita udah tipis jo..
Uhukk...uhukk
Bejo : kita jual si tole(kambing) aja mak..
Emak : tapi kan tuh kambing kesayangan elu....
Bejo : kan bejo lbh sayang emak...
Emak : terserah elu aja dah...
Bejo : ya udah..bejo jual ke pasar ya mak...
Emak : iye...inget ya jo...tuh kmbing bandot..lu jual jutaan...
Jangan mau kalo ditawar murah..sayang....
Bejo : iya mak..bejo juga tau...kn bejo dah capek2 ngerawat...
Kalo gitu bejo pamit ya mak...
#berangkat jual kambing

Tak lama kemudian

bejo : mak...kambing kita laku..jutaan...
Emak : alhamdulillah....
Bejo : pertamanya dia cuma nawar 500rb mak..
Ihh enak aja...kambingnya ditawar murah bnget...kagak bejo kasih...
Emak : bagus tuh jo..emang pembeli jman sekarang maunya murah mulu'...terus... Lu jawab apa wktu dia nawar gitu...
Bejo : bejo bilang...pesan emak kambingnya mesti dihargai jutaan pak...
Gitu mak...
Alhamdulillah....setelah mikir lama...
Akhirnya dia mau juga....harga jutaan..
Bejo : Memang berapa jo dia beli tuh kambing???berapa juta???
Bejo : setengah juta mak...
Hebat kan...sesuai pesan emak..jutaan...gimana???puas mak???
Emak : #*@?&@#*-+???
# semaput dadakan


Sumber :
Rabu, 20 Mei 2015
Posted by Unknown

Kicki


Kicki

            Sepanjang masa kanak-kanakku, aku tak henti-hentinya bermimpi menjadi anak tunggal, tak ada yang mengajak berkelahi, tak perlu berbagi, tak ada yang merebut remote dari tangaanku saat sedang menonton acara pertandingan besar. Aku akan mendapatkan kamar tidur terbesar dalam rumah dan bisa berbicara di telepon selama yang aku inginkan, tanpa di tanyai sejuta kali, “Kau udah selesai belum ?” Tapi kenyataannya aku tidak dilahirkan sebagai anak tunggal, aku dilahirkan dengan seorang kakak perempuan. Aku selalu memanggilnya “Kicki,” bukan nama aslinya, melainkan Christine, karena waktu masih kecil, aku tidak bisa menggucapkan r dan s. Sampai hari ini, ia masih kupanggil “Kicki”.
           
 Aku mulai bermain basket ketika berumur delapan tahun. Ayah adalah pelatih timku, dan ibuku menghitung angka. Jadi, kakak perempuanku tidak cukup umur untuk tinggal di rumah sendirian, terpakasa kakak perempuanku menonton semua semua pertandinganku. Aku ingat saat melihat kekursi penonton, mencari dukungan ibuku ketika sedang bermain, tampak wajah kakakku yang memeperlihatkan mimik bingung. Jelas ia sebenarnya tidak senang berada di sana, tapi ia tetap menyoraki bersama yang lain. Rambutnya di potong pendek, hampir sependek rambutku, dan giginya menonjol ke luar. Aku sering menggodanya, memanggilnya “barang-barang tonggos”. Ia bukan anak perempuan yang menarik, dan ia lebih terlihat seperti kakak laki-lakiku.
          
  Sesudah pertandinga, dalam perjalanan pulang di mobil, aku dan orangtuaku mengulangi setiap gerakan yang kulakukan di lapangan. Kakak perempuanku duduk diam di kursi belakang denganku. Tidak tahu cara atau kapan melibatkan diri dalam pembicaraan. Pada malam hari ia biasanya masuk ke kamarku dan berkata, “Selamat malam, brad. Permainanmu bagus”. Aku biasanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Aku tidak pernah menanggapi pujiannya dengan serius. Maksudku, ia tidak mengerti apa yang terjadi dalam permainanku, ia tidak munkin tahu apakah aku sudah bermain bagus atau tidak.
Barulah setelah masuk sekolah menengah aku sadar betapa baiknya kakak perempuanku itu. Semua orang mengenalnya dan sangat memujanya. Dan aku di panggil sebagai “adik laki-laki Christine”. Kicki ikut Penyambutan Siswa Baru pada tahun terakhirnya di sekolah menengah, dan ia berdiri tinggi serta cantik. Aku tercengang melihat sosoknya saat itu, pandai, baik, dan menawan. Bagiku, ia masih bocah perempuan sepuluh tahun dengan penampilan tomboi dan gigi tonggos.
          
 Aku bermain basket di sekolah menengah, dan meski Christine tidak lagi di paksa menonton pertandinganku, ia tetap datang setiap minggu, menyorakiku dari tempat duduk. Aku ingat khususnya sebuah pertandingan terakhir di musim itu. Kakakku duduk di bangku penonton  dengan pacarnya dan sekelompok besar teman-temannya. Tercetak di kausnya, dengan huruf-huruf merah besar, kata-kata”BRAD’S SISTER” “Kakak Perempuan Brad”. Tiba-tiba aku merasa malu. Tapi bukan kehadirannya yang membuatku malu, melainkan kenyataanya aku tidak pernah menghargai dukungannya sebelumnya. Ia tidak pernah malu menjadi kakak perempuanku, meski aku malu mengakuinya begitu bertahun-tahun yang lu. Ia tidak peduli pendapat orang lain, dan tak pernah peduli.
        
 Sekarang aku anak tunggal, kakakku pergi bersekolah di perguruan tinggi beberapa bulan setelah pertandingan terakhir itu. Aku akhirnya mendapat kamar tidur terbesar dalam rumah dan tak perlu berbagi remote control dengan siapapun. Tapi kini setelah ia pergi, aku agak merasa kehilangan seseorang yang bisa diajak berebut memakai ttelepon, sedangkan kamar tidur besar itu pun rasanya tak terlallu hebat.
Aku pergi mengunjunginya di sekolah pada sebuah akhir pekan, dan ketika aku sedang berdiri di luar asramanya, menunggu ia keluar, seorang temannya berjalan melewatiku dan bertanya, “Hei, kau adiknya Christine?” wajahku langsung bersinar-sinar dan dengan bangga aku berkata, “Ya, benar. Aku adiknya Christine.”

Buku, Chicken Soup
Selasa, 21 April 2015
Posted by Unknown

Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan



BAB 1
PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A.Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan
                Perjalanan panjang sejarah bangsa indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai hingga era pengisian kemerdekaan menumbukan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya.
                Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang.
                Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai-nilai perjuangan bangsa indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.
                Semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era globalisasi dan masa yang akan datang kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Perjuangan non fisik ini memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon cendiklawan pada khusunya, yaitu melalui pendidikan kewarganegaraan.

B. Ko mpetensi yang Di Harapkan
                Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kekuatan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan psikomotorik).
                Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa,wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga negara republik indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.
                Setiap warga negara republik indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang merupakan misi atau tanggung jawab pendidikan kewarganegaraan untuk menumbuhkan wawasan warga negara dalam hal persahabatan, pengertian antar bangsa, perdamaian dunia, kesadaran bela negara, dan sikap serta perilaku yang bersendikan nilai-nilai budaya bangsa.
                Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1.      Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
2.      Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Rasonal, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4.      Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5.      Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan bernnegara.

C. Pengertian Dan Pemahaman Tentang Bangsa Dan Negara
Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.
Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama–sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang
mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.

1. Teori terbentuknya negara
a. Teori Hukum Alam (Plato dan Aristoteles).
Kondisi Alam => Berkembang Manusia => Tumbuh Negara.
b. Teori Ketuhanan
Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan, termasuk adanya negara.
c. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes)
Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan
2. Unsur Negara
a. Konstitutif.
Negara meliputi wilayah udara, darat, dan perairan (unsur perairan tidak mutlak), rakyat atau masyarakat, dan pemerintahan yang berdaulat

b. Deklaratif.
Negara mempunyai tujuan, undang–undang dasar

D. Negara Dan Warga Negara Dalam Sistem Kenegaraan Di Indonesia
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota PBB. Dan mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan negara–negara lain di dunia, yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia.

1. Proses Bangsa Yang Menegara
Proses bangsa yang menegara memberikan gambaran tentang bagimana terbentuknya bangsa dimana sekelompok manusia yang berada didalamnya merasa sebagai bagian dari bangsa. Bangsa yang berbudaya, artinya bangsa yang mau melaksanakan hubungan dengan penciptanya (Tuhan) disebut agama
Di Indonesia proses menegara telah dimulai sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, dan terjadinya Negara Indonesia merupakan suatu proses atau rangkaian tahap–tahapnya yang berkesinambungan.

Secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut :
a. Perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
b. Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan.
c. Keadaan bernegara yang nilai–nilai dasarnya ialah merdeka,
bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
2. Pemahaman Hak Dan Kewajiban Warga Negara
a. Hak warga negara.
b. Kewajiban warga negara
c. Tanggung jawab warga negara
d. Peran warga negara
E. Pemahaman Tentang Demokrasi
1. Konsep Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat (demos). Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara.



2. Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara,
antara lain :
a. Pemerintahan Monarki (monarki mutlak, monarki konstitusional, dan monarki parlementer)
b. Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin, RES yang artinya pemerintahan dan PUBLICA yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak.

Menurut John Locke kekuasaan pemerintahan negara dipisahkan menjadi tiga yaitu :
a. Kekuasaan Legislatif (kekuasaan untuk membuat undang–undang yang dijalankan oleh parlemen)
b. Kekuasaan Eksekutif (kekuasaan untuk menjalankan undang-undang yang dijalankan oleh pemerintahan)
c. Kekuasaan Federatif (kekuasaan untuk menyatakan perang dan damai dan tindakan-tindakan lainnya dengan luar negeri). Sedangkan kekuasaan Yudikatif (mengadili) merupakan bagian dari kekuasaan eksekutif.

3. Klasifikasi sistem pemerintahan
- Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi partai (poliparty system), sistem dua partai (biparty system), dan sistem satu partai (monoparty system).
- Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.
- Hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama antara eksekutif dan legislatif.

F. Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia
Pancasila merupakan pandangan hidup dan jiwa bangsa, kepribadian bangsa, tujuan dan cita–cita hukum bangsa dan negara, serta cita–cita moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara  mempunyai kedudukan yang pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Indonesia. Paham yang dianut dalam sistem kenegaraan Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan (United States Republic of
Indonesia). Penyelenggara kekuasaan adalah rakyat yang membagi kekuasaan menjadi lima yaitu :
1. Kekuasaan tertinggi diberikan oleh rakyat kepada MPR (Lembaga Konstitutif)
2. DPR sebagai pembuat undang–undang (Lembaga Legislatif) 18
3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan (Lembaga Eksekutif)
4. Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan dan penguji undang–undang (Lembaga Yudikatif)
5. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang mengaudit keuangan negara (Lembaga Auditatif)

G. Pemahaman Tentang Hak Asasi Manusia
Didalam mukadimah Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang telah disetujui oleh Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 217 A (III) tanggal 10
Desember 1948 terdapat pertimbangan–pertimbangan berikut :
1.      Menimbang bahwa pengakuan atas martabat yang melekat
2.      Menimbang bahwa mengabaikan dan memandang rendah pada hak–hak asasi manusia
3.      Menimbang bahwa hak–hak manusia perlu dilindungi
4.      Menimbang bahwa persahabatan antara negara–negara perlu dianjurkan.
5.      Menimbang bahwa negara–negara anggota PBB telah menyatakan penghargaan terhadap hak–hak asasi manusia.
6.      Menimbang bahwa negara–negara anggota telah berjanji akan mencapai perbaikan penghargaan umum
7.      Menimbang bahwa pengertian umum terhadap hak–hak dan Kebebasan

H. Kerangka Dasar Kehidupan Nasional Meliputi Keterkaitan antara Falsafah Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional
a. Konsepsi Hubungan antara Pancasila dan Bangsa
Manusia Indonesia yang sudah menjadi bangsa Indonesia saat itu yaitu sejak tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) telah mengakui bahwa diatasnya ada Sang Pencipta, yang akhirnya menimbulkan rasa kemanusiaan yang tinggi baik dengan bangsa sendiri ataupun dengan bangsa lain. Kemudian timbullah
segala tindakan yang selalu berdasarkan pertimbangan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga hal tersebut menumbuhkan persatuan yang kokoh.

b. Pancasila sebagai Landasan Ideal Negara
Cita–cita bangsa Indonesia yang luhur kemudian menjadi cita–cita negara karena Pancasila merupakan landasan idealisme Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena sila–sila yang ada didalamnya merupakan kebenaran hakiki yang perlu diwujudkan.

I. Landasan Hubungan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
1.      Pancasila sebagai ideologi negara
2.      2. UUD 1945 sebagai landasan konstitusi
3.      Implementasi konsepsi UUD 1945 sebagai landasan konstitusi
4.      4. Konsepsi pertama tentang Pancasila sebagai cita–cita dan ideologi negara
5.      Konsepsi UUD 1945 dalam mewadahi perbedaan pendapat dalam masyarakat
6.      Konsepsi UUD 1945 dalam infrastruktur politik


Selasa, 17 Maret 2015
Posted by Unknown

Popular Post

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Gunadarma

Gunadarma

About

- Copyright © Erwin Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -